Lama sekali tak membuka blog. Kata orang, blogging itu alay. Kataku, alay itu normal, itu merupakan langkah untuk menjadi dewasa. Itu kan alaynya, perangai. Kalau tulisan di blog itu batu loncatan untuk jadi penulis dewasa. Penulis dewasa yang tidak hanya tua, tetapi juga bisa menuakan di saat harus tua. Sebab banyak yang sudah tua tetapi masih kaya anak smp. Banyak yang udah menulis skripsi, katanya, tapi isi dari tulisannya masih kaya membuat pr-nya anak sd: yang penting jadi. Huh, pas banyak kaligrafi pak dosen pembimbing di mighty karyanya uring-uringan.
Kalau kata kaka Aamir Khan sih, "pelajari apa yang kau cintai, maka ke-luarbiasaan akan mengikutimu."
Berarti,
"Jadikan judul skripsimu dari apa yang kau cintai, maka kaligrafi dosenpun akan menjauhimu."
Skripsi di tulisan ini hanya kujadikan contoh, biar pesannya masuk ke pembaca --mungkin ada yang sedang terseok-seok berusaha lulus, kata yang satu itu kan memang cukup mengena-- yang juga mahasiswa --meskipun who cares will read this--.
Seharusnya --mulai ngelantur-- apa yang akan ditulis dalam tulisan apapun ya adalah apa yang benar benar dicari kebenarannya, jauh dari keinginan yang lain. Keinginan lain itu kebanyakan cuma bonus, di mana bonus itu sesuatu yang didapat setelah mengerjakan sesuatu yang inti. Gimana mau dapat bonus kalo belum melakukan yang menjadikanmu mendapat bonus? Tulisan itu memang di tangan, tapi intinya dari pikiran dan perasaan. Kalau menulis cuma mencari bonus, ah, ga punya perasaan.
Aku nulis inipun, karena memang dari hati ingin mengatakan kalau aku nulis ini. Serius deh.
#dinihari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar